Showing posts with label Other in Semayang Boy. Show all posts
Showing posts with label Other in Semayang Boy. Show all posts

4.29.2014

JALAN-JALAN KE BROMO

Sudah lama tidak minum jamu...
Minum jamu dari daun nangka...
Sudah lama tidak bertemu....
Oh ternyata dia masih setia...

Penggalan lagu diatas dilantunkan khusus buat blog saya ini, ternyata masih setia walaupun lama ga dibuka dan diupdate, hehehe. Maklum saja tuanmu ini sibuk sekali akhir-akhir ini. Sebenarnya cuma sok sibuk.


Oke, sebenarnya saya belum mempersiapkan topik untuk ditulis kali ini, tiba-tiba saja terbesit dipikiran untuk berbagi pengalaman tentang pengalaman perjalanan saya ketika jalan-jalan ke gunung Bromo. Perjalanan ini sebenarnya tidak pernah direncanakan sama sekali sebelumnya. Sekitar hampir satu tahun yang lalu, tepatnya bulan juni saya berangkat ke kota Malang dengan tujuan untuk mengikuti tes masuk kuliah S2 di UM. Perjalanan yang sangat saya nikmati karena ini adalah perjalanan pertama saya menuju kota yang terkenal sangat sejuk itu (tapi tergolong dingin bagi saya). Perjalanan ke Malang ini saya tidak sendiri, ditemani dua orang teman dengan tujuan yang sama. Teman yang juga kebetulan ketemu dan baru kenal di Surabaya, dan sama-sama berasal dari universitas yang sama yaitu UNMUL, dan kebetulan juga mereka merupakan mantan anggota IMAPA (ikatan mahasiswa pencinta alam) UNMUL yang pastinya sangat suka sekali berpetualang. Sepertinya semua serba kebetulan, hehehe.

Rasanya tak ada lagi yang tidak mengenal gunung Bromo, dimana tempat ini merupakan salah satu tujuan favorit turis  asing setelah Bali dan Lombok. Sudah banyak blog yang membahas atau menceritakan tentang keindahan Bromo.
Baiklah, langsung saja...
Tengah malam, tepatnya hari minggu, saya dibangunkan oleh teman saya untuk diajak jalan ke gunung Bromo. Agak kaget sebenarnya, memang saya sebelumnya tidak diberitahu tentang rencana keberangkatan tersebut. Bersama tiga orang anak-anak IMAPA UIN Malang kita langsung berangkat menuju Bromo pada malam itu dengan menggunakan sepeda motor, tapi sebelumnya singgah terlebih dahulu pada salah satu mini market untuk persiapan bekal disana.

Saya belum bisa menikmati perjalanan keberangkatan ini, hanya susana yang gelap, pemukiman warga yang sepi dan jalan menanjak yang ada dalam pikiran saya saat itu. Satu lagi, dingiiin brooo,,, walaupun udah pake jaket tebal, tetap saja udara dingin merasuk dalam tubuh.

Setelah sampai di desa Wonokitri kami memasuki POS Perijinan. Kami diminta untuk membayar harga tiket sebesar Rp 27.000 (motor + 2 penumpang) dengan rincian Rp. 12 ribu/orang dan tiket masuk motor Rp. 3 ribu. Harga tiket yang Rp. 12 ribu itu dibagi menjadi 2 bagian yaitu Rp. 10 ribu untuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Rp. 2 ribu untuk pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Sekitar pukul 4 pagi, kami tiba di Penanjakan yang merupakan tempat sunrise view point, karena kami ingin melihat panorama alam Matahari terbit (Sunset) sebelum menuju Bromo. Di sekitar daerah ini saya memutuskan untuk membeli syal dan penutup kepala karena tidak tahan dengan dinginnya udara saat itu.

Dan ternyata rame sekali saudara-saudara. Ya emang, sapa suruh datang hari minggu, hehe. Sambil menunggu sunset, kami menikmati bekal yang kami bawa dari Malang. Tiba saat sunset mulai tiba, semua orang mulai bersiap dengan kameranya masing-masing dan mencari posisi yang tepat untuk merekam fenomena tersebut. Ternyata hari itu kami memang kurang beruntung, tepat di ufuk timur, tempat matahari pertama kali akan menampakkan dirinya sedang tertutupi oleh awan sehingga fenomena tersebut tidak terlihat pada saat itu. Namun pemandangan yang dipersembahkan daerah gunung bromo yang semakin menampakkan diri membuat saya takjub dan sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk dapat menikmati keindahan tersebut. Perjalanan yang melelahkan terbayar sudah oleh panorama tersebut.

Penampakan gunung Bromo. Semeru dkk dari Penanjakan.

Narsis dikit, hehehe

Setelah puas menikmati pemandangan Bromo, Semeru dkk dari Penanjakan, kami memutuskan melanjutkan perjalanan menuju destinasi perjalanan utama, yaitu gunung Bromo. Dan saya baru menyadari bahwa setiap perjalanan yang kami lalui menawarkan pemandangan yang sangat indah sekali. Melalui  lautan pasir yang luas, akhirnya kami sampai di gunung Bromo. Melihat adanya jasa penawaran naik kuda disana, saya langsung tertarik untuk menaiki kuda tersebut menuju tangga naik Bromo. Setelah melakukan tawar menawar, akhirnya saya diizinkan menggunakan kuda dengan harga Rp. 40 ribu. Setelah sampai di dasar anak tangga, saya dipersilahkan untuk turun dari kuda dan kemudian siap-siap untuk menaiki anak tangga yang panjang sekali, terlihat dari kejauhan orang-orang yang turun dan naik tangga tersebut yang mirip seperti badan naga berwarna-warni, rame sekali. Bisa dibayangkan capeknya menaiki anak tangga yang berjumlah kurang lebih 250 anak tangga. Tetapi jangan khawatir, ditengah-tengah tangga dipersiapkan beberapa tempat peristirahatan bagi yang kelelahan. Rasa lelah menaiki anak anak tangg yang panjang terbayarkan oleh panorama yang disuguhkan ketika sampai di puncak Bromo. Dari puncak kita bisa menikmati kawah gunung Bromo dan lautan pasir di sekitar Bromo.

Akses menuju gunung Bromo

Naik kuda yang disewakan di kawasan Bromo 

Bukit Teletubbies, mungkin karena mirip bukit yang ada di film Teletubbies, hehehe

Setelah puas menikmati gunung Bromo, kami bersiap-siap untuk kembali pulang. Namun diperjalanan pulang kami singgah di salah satu pemukiman warga suku Tengger, salah satu kerabat teman perjalanan saya, untuk beristirahat. Karena udara yang sangat dingin, disetiap rumah di pemukiman suku Tengger terdapat perapian untuk menghangatkan diri. Sambil menghangatkan diri, kami mengobrol dengan salah satu warga suku Tengger mengenai kebiasaan warga disana. Menarik sekali, dan banyak ilmu yang saya dapatkan dari obrolan tersebut. Salut, karena masih ada warga yang masih sangat mempertahankan kebudayaan di zaman yang modern ini.

Saat perjalanan pulang, saya sangat menikmati sekali pemandangan yang disuguhkan alam, tidak seperti perjalanan keberangkatan. Tidak menyangka suasana seperti itu memang benar-benar ada di negara tercinta Indonesia. Salah satu hal yang membuat saya bangga menjadi warga negara Indonesia. Sambil berdoa dalam hati, semoga bisa mendapatkan kesempatan untuk dapat menikmati pemandangan seperti ini lagi di lain waktu. Amiiin...


Tuntaslah sudah cerita perjalananku ke gunung Bromo yang sangat fantastis,,, 

2.14.2014

BACKPACKER TO BALI

Setelah kurang lebih 6 bulan harus berkutat dengan tugas-tugas perkuliahan akhirnya tiba juga liburan yang ditunggu-tunggu. Liburan semester kali ini adalah liburan pertama selama saya kuliah di Surabaya. Rasanya tidak afdhol jika saya tidak memanfaatkan liburan kali ini untuk jalan-jalan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk pulang kampung, karena memang liburnya yang cukup lama. Setelah berdiskusi dengan seorang teman bernama Hadi yang sama-sama berasal dari kalimantan kami akhirnya memutuskan untuk liburan ke Bali (lebih tepatnya backpackeran ke Bali), tempat yang sering dijadikan destinasi liburan oleh para tourist di dunia. Lets go...
Untuk transportasi menuju Bali, kami memutuskan untuk menggunakan jasa PT. KAI (Kereta Api Indonesia). Emang bisa ya? Surabaya dan Bali kan tidak sepulau? Itu juga yang terbesit dipikiran saya ketika melihat rute tersebut ketika browsing di internet. Ternyata memang benar PT. KAI menyediakan rute Surabaya-Denpasar, akan tetapi kereta api hanya mengantarkan sampai stasiun Banyuwangi saja, kemudian dilanjutkan naik bus DAMRI yang telah disediakan PT. KAI untuk menuju Bali. Nama kereta api dengan rute tersebut adalah Mutiara Timur Siang dan Mutiara Timur Malam.
Hari selasa, tanggal 21 Januari 2014 tiba waktunya berangkat ke Bali sesuai dengan rencana. Tiket sudah dibeli sebelumnya dengan harga Rp. 165.000 dengan jadwal keberangkatan pukul 09.00 WIB dengan kereta api Mutiara Timur Siang. Pukul 08.30 WIB (sebenarnya lebih dikit sih, biasa ngaret) kami berangkat dari kost yang berlokasi di keputih utara menggunakan taxi. Lumayan buru-buru, akhirnya sampai distasiun tepat waktu. Tanpa menunggu lama kereta kami berangkat (meskipun ngaret juga,, hehe), dan akhirnya keinginana saya untuk merasakan bagaimana rasanya naik kereta api terwujud. Yeey! (maklum di Kalimantan belum ada yang begituan).

Di dalam kereta api

Untuk mencapai stasiun Banyuwangi yang merupakan stasiun pemberhentian terakhir diperlukan waktu sekitar 6 jam, sehingga amat sangat disarankan untuk membawa bekal makanan yang banyak (saran dari teman yang lebih berpengalaman dalam hal naik kereta api). Jangan kawatir jika ternyata lupa atau terlanjur tidak membawa bekal makanan, karena di dalam kereta ada petugas yang bertugas sebagai penjual makanan (ga tau termasuk dalam klasifikasi tugas apa bukan), namun tau sendiri kan alasan kenapa membawa makanan sendiri lebih baik (kan judulnya backpackeran). Setelah berjuk ijak ijuk selama 6 jam (lebih sedikit) akhirnya sampai juga di stasiun Banyuwangi. Saatnya untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus DAMRI.
Sekarang waktunya menyebrangi selat Bali menuju pelabuhan Gilimanuk. Waktu yang ditempuh sekitar 1 jam. Selama naik feri penyebrangan kami memutuskan untuk keluar dari bus dan naik ke lantai 2 untuk menikmati suasana sore hari di selat Bali. Walaupun cuaca sore agak mendung tetapi tidak mengurangi keindahan alam yang diberikan oleh Allah SWT, alhamdulillah.

Selat Bali

Narsis dikit di atas feri menuju pelabuhan Gilimanuk

Setelah sampai di pelabuhan Gilimanuk, perjalanan dilanjutkan. Tetapi sebelumnya ada satu syarat yang harus dipenuhi sebelum memasuki wilayah Bali yaitu untuk penumpang lokal harus menunjukan KTP pada petugas yang melakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan selesai, bus melanjutkan perjalanannya. Selama kurang lebih 4 jam, akhirnya kami sampai di suatu tempat yang gelap (ya eyalah, kan malam). Dan ternyata diluar dugaan dan perkiraan, bus yang katanya (dari hasil browsing) berhenti di terminal ubung ternyata tidak. Kita diberhentikan di sebuah stasiun di Mengwi (nama yang diketahui setelah dicek di GPS). Memang ternyata ini merupakan peraturan baru semenjak terminal Mengwi beroperasi, tapi tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari PT. KAI kepada kami yang termasuk kategori penumpang newbie. Sempat bingung karena ditelantarkan di Mengwi malam-malam, terbesit dipikiran kami untuk menginap di mesjid atau musholla tetapi yang banyak terlihat hanya pura-pura dengan ukiran yang "artistik". Tetapi dengan tekad yang pantang untuk menyerah (halah), akhirnya kami menemukan sebuah penginapan (lupa namanya) yang lumayan bagus suasana dan harga tentunya yaitu Rp. 100.000 dan letaknya juga tidak jauh dari stasiun Mengwi. Dan tiba juga waktu untuk melepaskan penat seharian dan memikirkan petualangan untuk esok harinya, pagi pertama di Bali.

Istirahat di penginapan

Nih temen gue narsis di halaman penginapan sebelum memulai petualangan

10.10.2013

MEDIA PEMBELAJARAN

     
 

      Kata “media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
      Ada beberapa konsep atau definisi media pendidikan atau media pembelajaran. Rossi dan Breidle mengemukakan, bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, Koran, majalah, dan sebagainya. Sementara itu menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi, dalam pengertian ini media bukan hanya alat perantara seperti televisi, radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi, seminar, karya wisata, simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan  untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa, atau untuk menambah keterampilan.
      Selain pengertian di atas, ada juga yang berpendapat bahwa media pengajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti overhead projector, radio, televisi, dan sebagainya. Sedangkan software adalah isi program yang mengandung pesan seperti informasi yang terdapat pada transparansi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya, cerita yang terkandung dalam film atau materi yang disuguhkan dalam bentuk bagan, grafik, diagram,dan lain sebagainya.
       Media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pengajar, peserta didik, dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Jadi, sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran.
     Secara umum media pendidikan mempunyai beberapa kegunaan sebagai berikut : 
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya :
    • Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
    •  Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar. 
    • Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelaps atau high-speed photography. 
    • Kejadian atau peristiwa yang terjadi di  masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal. 
    • Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain. 
    • Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
  3.  Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :
    • Menimbulkan kegairahan belajar. 
    • Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. 
    • Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
  4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bila semuanya itu harus di atasi sendiri.  Apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam : 
    • Memberikan perangsang yang sama.
    • Mempersamakan pengalaman.
    • Menimbulkan presepsi yang sama.
      Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya.

  1. Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam: 
    • Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara.
    • Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Yang termasuk ke dalam media ini adalah film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.
    • Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, karena mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua.
  2. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi ke dalam:
    • Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak seperti radio dan televisi. Melalui media ini siswa dapat memepelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan yang khusus.
    • Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya.
  3. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi ke dalam :
    • Media yang diproyeksikan seperti film, slide, film strip, transparansi, dan lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus seperti film projector untuk memproyeksikan film, slide projector untuk memproyeksikan film slide, operhead projector (OHP) untuk memproyeksikan transparansi. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam hal ini, maka media semacam ini tidak akan berfungsi apa-apa.
    • Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan lain sebagainya.
      Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, antara lain:
  1. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaraan.
  3. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa.
  4. Media yang digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efesien.
  5. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

9.19.2013

BEAUTIFULL (CHERRYBELLE) VERSI TALKING TOM CAT

Sempat tertarik buat nyoba aplikasi Talking Tom Cat buat android. Aplikasi dengan karakter seekor kucing yang bisa meniru apa yang kita omongkan. Tidak hanya itu, Tom Cat akan mengantuk dan tertidur jika dielus, dan akan kaget apabila sentuh dengan jari.
Berikut contoh video Tom Cat ketika meniru suara nyanyian lagu Beautifull (Cherrybelle).

9.18.2013

THE BOY WHO LIKE SMASH

Oke, to the point aja... Postingan kali ini berbeda daripada postingan biasanya, tidak ada hubungannya dengan all about danau Semayang ataupun fisika. Kali ini saya akan posting sebuah video aksi dari seorang anak (ponakan gue namanya rajab) yang berjoget ala boy band Smash, yang memang boleh dibilang semesblest . Dalam video yang berdurasi 1 menit 30 detik ini sebenarnya menampilkan 3 orang anak, tapi yang 2 orang yang lebih gede (satria dan alvin) saya anggap sebagai penganggu saja, ok . Video ini diambil di saat mati lampu, yaa boleh dibilang sebagai pengisi waktu saja.
Yuk langsung saja cekidot.

5.09.2010

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO

Energi merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Peningkatan kebutuhan energi dapat merupakan indikator peningkatan kemakmuran, namun bersamaan dengan itu juga menimbulkan masalah dalam usaha penyediaannya.

Air merupakan sumber energi yang murah dan relatif mudah didapat, karena pada air tersimpan energi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air mengalir). Tenaga air (Hydropower) adalah energi yang diperoleh dari air yang mengalir. Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam wujud energi mekanis maupun energi listrik. Pemanfaatan energi air banyak dilakukan dengan menggunakan kincir air atau turbin air yang memanfaatkan adanya suatu air terjun atau aliran air di sungai. Sejak awal abad 18 kincir air banyak dimanfaatkan sebagai penggerak penggilingan gandum, penggergajian kayu dan mesin tekstil. Memasuki abad 19 turbin air mulai dikembangkan.

Energi air adalah energi yang telah dimanfaatkan secara luas di Indonesia yang dalam skala besar telah digunakan sebagai pembangkit listrik. Beberapa perusahaan di bidang pertanian bahkan juga memiliki pembangkit listrik sendiri yang bersumber dari energi air. Di masa mendatang untuk pembangunan pedesaan termasuk industri kecil yang jauh dari jaringan listrik nasional, energi yang dibangkitkan melalui sistem mikrohidro diperkirakan akan tumbuh secara pesat.

PLTMH, dipilih sebagai salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan, renewable energy ( dapat diperbaharui ), tidak konsumtif terhadap pemakaian air, long life ( tahan lama ) dan biaya operasinya kecil sesuai daerah terpencil. PLTMH juga berpotensi sebagai penguat pola pengelelolaan hutan secara modern bagi masyarakat untuk merestorasi lingkungan dan sumber daya hutan. Upaya pengembangan Mikrohidro adalah upaya konstrukstif untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan.

Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan “energi putih“. Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini mengunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik.

A. Pengertian Mikro Hidro
Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketiggian tertentu dari instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Berdasarkan output yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga air dibedakan atas:
1. Large-hydro : lebih dari 100 MW
2. Medium-hydro: antara 15 – 100 MW
3. Small-hydro : antara 1 – 15 MW
4. Mini-hydro : Daya diatas 100 kW, tetapi dibawah 1 MW
5. Micro-hydro: Output yang dihasilkan berkisar dari 5kW sampai 100 kW; biasanya digunakan untuk
     penyediaan energi bagi komunitas kecil atau masyarakat pedesaan yang terpencil atau susah dijangkau.
6. Pico-hydro : daya yang dikeluarkan berkisar ratusan watt sampai 5kW

Pembangkit listrik mikrohidro adalah suatu pembangkit yang dapat menghasilkan energi listrik sampai dengan 100 KW sedangkan untuk pembangkit listrik yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 100 KW – 5 MW didefinisikan sebagai pembangkit listrik.


B. Prinsip kerja Mikro hidro
Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan ketinggian tertentu. Energi tersebut dimanfaatkan untuk memutar turbin yang dihubungkan dengan generator listrik. Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketingian air 2.5 m bisa dihasilkan listrik 400 W. Potensi pemanfaatan mikrohidro secara nasional diperkirakan mencapai 7,500 MW, sedangkan yang dimanfaatkan saat ini baru sekitar 600 MW.
Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan dengan ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin). Di rumah instalasi, air tersebut akan menumbuk turbin dimana turbin akan menerima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputarnya poros turbin. Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan kopling. Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik, sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro merubah energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik.
Energi yang digunakan untuk menggerakkan turbin didapatkan dari dua cara:
1. Dengan head ; memanfaatkan beda ketinggian permukaan air (energi potensial sungai)
2. Tanpa head ; memanfaatkan aliran sungai (energi kinetik sungai)

Dimana head adalah jarak vertical atau besarnya ketinggian jatuhnya air. Semakin besar head umumnya akan semakin baik karena air yang dibutuhkan semakin sedikit dan peralatan semakin kecil, dan turbin bergerak dengan kecepatan tinggi. Masalahnya adalah tekanan pada pipa dan kekuatan sambungan pipa harus kuat dan diperhatikan dengan cermat.

C. Daya yang dihasilkan pada Mikro Hidro
Besarnya tenaga air yang tersedia dari suatu sumber air bergantung pada besarnya head dan debit air. Dalam hubungan dengan reservoir air maka head adalah beda ketinggian antara muka air pada reservoir dengan muka air keluar dari kincir air/turbin air. Total energi yang tersedia dari suatu reservoir air adalah merupakan energi potensial air yaitu :
E = mgh

dengan
m = massa air (kg)
g = percepatan gravitasi(m/s2)
h = head/ketinggian air (m)

Daya merupakan energi tiap satuan waktu (E/t), sehingga persamaan diatas dapat dinyatakan sebagai:
P = E/t = (m/t)gh

Karena (m/t) = ρQ maka
P = ρQgh

dimana
P = daya (watt)
ρ = massa jenis air (kg/m3)
Q = debit air (m3/s)

Selain memanfaatkan air jatuh hydropower dapat diperoleh dari aliran air datar. Dalam hal ini energi yang tersedia merupakan energi kinetik
E = 0,5 m v2

dimana
m = massa air ( kg)
v = kecepatan air (m/s2)

Daya air yang tersedia dinyatakan sebagai berikut :
P = ρQv2

atau dengan menggunakan persamaan kontinuitas Q = Av, maka
P = ρAv3

dengan A = luas penampang aliran air (m2)


D. Pemanfaatan energi Mikro Hidro dengan menggunakan kincir
     dan turbin

1. Kincir Air (Water Wheel)
Kincir air merupakan sarana untuk merubah energi air menjadi energi mekanik berupa torsi pada poros kincir. Ada beberapa tipe kincir air yaitu :
* Kincir Air Overshot
* Kincir Air Undershot
* Kincir Air Breastshot
* Kincir Air Tub

1.1 Kincir Air Overshot

Kincir air Overshot


Kincir air overshot bekerja bila air yang mengalir jatuh ke dalam bagian sudu-sudu sisi bagian atas, dan karena gaya berat air roda kincir berputar. Kincir air overshot adalah kincir air yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan jenis kincir air yang lain.

Keuntungan
* Tingkat efisiensi yang tinggi dapat mencapai 85%.
* Tidak membutuhkan aliran yang deras.
* Konstruksi yang sederhana.
* Mudah dalam perawatan.
* Teknologi yang sederhana mudah diterapkan di daerah yang terisolir.

Kerugian
* Karena aliran air berasal dari atas maka biasanya reservoir air atau bendungan air, sehingga memerlukan investasi yang lebih banyak.
* Tidak dapat diterapkan untuk mesin putaran tinggi.
* Membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penempatan.
* Daya yang dihasilkan relatif kecil.

1.2 Kincir Air Undershot

 
Kincir Air Undershot


Kincir air undershot bekerja bila air yang mengalir, menghantam dinding sudu yang terletak pada bagian bawah dari kincir air. Kincir air tipe undershot tidak mempunyai tambahan keuntungan dari head.Tipe ini cocok dipasang pada perairan dangkal pada daerah yang rata. Tipe ini disebut juga dengan ”Vitruvian”. Disini aliran air berlawanan dengan arah sudu yang memutar kincir.
Keuntungan
* Konstruksi lebih sederhana
* Lebih ekonomis
* Mudah untuk dipindahkan
Kerugian
*Efisiensi kecil
*Daya yang dihasilkan relatif kecil

1.3 Kincir air breastshot

Kincir Air Breastshot


Kincir air Breastshot merupakan perpaduan antara tipe overshot dan undershot dilihat dari energi yang diterimanya. Jarak tinggi jatuhnya tidak melebihi diameter kincir, arah aliran air yang menggerakkan kincir air disekitar sumbu poros dari kincir air. Kincir air jenis ini menperbaiki kinerja dari kincir air tipe under shot.

Keuntungan
* Tipe ini lebih efisien dari tipe under shot
* Dibandingkan tipe overshot tinggi jatuhnya lebih pendek
* Dapat diaplikasikan pada sumber air aliran datar

Kerugian
* Sudu-sudu dari tipe ini tidak rata seperti tipe undershot (lebih rumit)
* Diperlukan dam pada arus aliran datar
* Efisiensi lebih kecil dari pada tipe overshot

1.4 Kincir air tub

Kincir Air Tub


Kincir air Tub merupakan kincir air yang kincirnya diletakkan secara horisontal dan sudu-sudunya miring terhadap garis vertikal, dan tipe ini dapat dibuat lebih kecil dari pada tipe overshot maupun tipe undershot. Karena arah gaya dari pancuran air menyamping maka, energi yang diterima oleh kincir yaitu energi potensial dan kinetik.

Keuntungan
* konstruksi yang lebih ringkas
* Kecepatan putarnya lebih cepat

Kerugian
* Tidak menghasilkan daya yang besar
* Karena komponennya lebih kecil membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih teliti

2. Turbin air
Turbin air dikembangkan pada abad 19 dan digunakan secara luas untuk pembangkit tenaga listrik.. Turbin air mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis. Energi mekanis diubah dengan generator listrik menjadi tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerja turbin dalam mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis, turbin air dibedakan menjadi dua kelompok yaitu turbin impuls dan turbin reaksi.

Pengelompokan Turbin:
2.1. Turbin Impuls
* High head : Pelton, dan Turgo
* Medium Head : Cross-flow, Multi jet-pelton, dan Turgo
* Low Head : Crossflow

2.2. Turbin Reaksi
* Medim Head : Francis
* Low Head : Prropeller, dan Kaplan

2.1. Turbin Impuls
Energi potensial air diubah menjadi energi kinetik pda nozle. Air keluar nozle yang mempunyai kecepatan tinggi membentur sudu turbin. Setelah membentur sudu arah kecepatan aliran berubah sehingga terjadi perubahan momentum (impulse). Akibatnya roda turbin akan berputar. Turbin impuls adalah turbin tekanan sama karena aliran air yang keluar dari nosel tekanannya adalah sama dengan tekanan atmosfir sekitarnya. Semua energi tinggi tempat dan tekanan ketika masuk ke sudu jalan turbin dirubah menjadi energi kecepatan.

2.1.1 Turbin Pelton
Turbin Pelton


Turbin pelton merupakan turbin impuls. Turbin Pelton terdiri dari satu set sudu jalan yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat yang disebut nosel. Turbin Pelton adalah salah satu dari jenis turbin air yang paling efisien. Turbin Pelton adalah turbin yang cocok digunakan untuk head tinggi.

Bentuk sudu turbin terdiri dari dua bagian yang simetris. Sudu dibentuk sedemikian sehingga pancaran air akan mengenai tengah-tengah sudu dan pancaran air tersebut akan berbelok ke kedua arah sehinga bisa membalikkan pancaran air dengan baik dan membebaskan sudu dari gaya-gaya samping. Untuk turbin dengan daya yang besar, sistem penyemprotan airnya dibagi lewat beberapa nosel. Dengan demikian diameter pancaran air bisa diperkecil dan ember sudu lebih kecil.

Turbin Pelton untuk pembangkit skala besar membutuhkan head lebih kurang 150 meter tetapi untuk skala mikro head 20 meter sudah mencukupi.

2.1.2 Turbin Turgo
Sudu turbin Turgo dan nozle

Turbin Turgo dapat beroperasi pada head 30 s/d 300 m. Seperti turbin pelton turbin turgo merupakan turbin impulse, tetapi sudunya berbeda. Pancaran air dari nozle membentur sudu pada sudut 20 o. Kecepatan putar turbin turgo lebih besar dari turbin Pelton. Akibatnya dimungkinkan transmisi langsung dari turbin ke generator sehingga menaikkan efisiensi total sekaligus menurunkan biaya perawatan.

2.1.3 Turbin Crossflow
Salah satu jenis turbin impuls ini juga dikenal dengan nama Turbin Michell-Banki yang merupakan penemunya. Selain itu juga disebut Turbin Osberger yang merupakan perusahaan yang memproduksi turbin crossflow. Turbin crossflow dapat dioperasikan pada debit 20 litres/sec hingga 10 m3/sec dan head antara 1 s/d 200 m.
Turbin crossflow

Turbin Crossflow menggunakan nozle persegi panjang yang lebarnya sesuai dengan lebar runner. Pancaran air masuk turbin dan mengenai sudu sehingga terjadi konversi energi kinetik menjadi energi mekanis. Air mengalir keluar membentur sudu dan memberikan energinya (lebih rendah dibanding saat masuk) kemudian meninggalkan turbin. Runner turbin dibuat dari beberapa sudu yang dipasang pada sepasang piringan paralel.

2.2 Turbin Reaksi
Sudu pada turbin reaksi mempunyai profil khusus yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan air selama melalui sudu. Perbedaan tekanan ini memberikan gaya pada sudu sehingga runner (bagian turbin yang berputar) dapat berputar. Turbin yang bekerja berdasarkan prinsip ini dikelompokkan sebagai turbin reaksi. Runner turbin reaksi sepenuhnya tercelup dalam air dan berada dalam rumah turbin.

2.2.1 Turbin Francis
Turbin francis merupakan salah satu turbin reaksi. Turbin dipasang diantara sumber air tekanan tinggi di bagian masuk dan air bertekanan rendah di bagian keluar. Turbin Francis menggunakan sudu pengarah. Sudu pengarah mengarahkan air masuk secara tangensial. Sudu pengarah pad turbin Francis dapat merupakan suatu sudu pengarah yang tetap ataupun sudu pengarah yang dapat diatur sudutnya. Untuk penggunaan pada berbagai kondisi aliran air penggunaan sudu pengarah yang dapat diatur merupakan pilihan yang tepat.

Turbin Francis

2.2.2. Turbin Kaplan dan Propeller
Turbin Kaplan dan propeller merupakan turbin rekasi aliran aksial. Turbin ini tersusun dari propeller seperti pada perahu.. Propeller tersebut biasanya mempunyai tiga hingga enam sudu.
Turbin kaplan


E. Komponen-komponen Pembangkit Listrik Mikro Hidro


Komponen-komponen Besar dari sebuah Skema Mikro Hidro

Komponen PLTMH :
1. Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake). Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai (‘Intake’ pembuka) ke dalamsebuah bak pengendap (Settling Basin).
2. Settling Basin (Bak Pengendap). Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.
3. Headrace (Saluran Pembawa). Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.
4. Headtank (Bak Penenang). Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir, kayu-kayuan.
5. Penstock (Pipa Pesat/Penstock). Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.
6. Rumah Pembangkit/ Power House. Adalah rumah tempat semua peralatan mekanik dan elektrik PLTMH. Peralatan Mekanik seperti Turbin dan Generator berada dalam Rumah Pembangkit, demikian pula peralatan elektrik seperti kontroler.
7. Saluran Buang (Tailrace)
8. Turbine dan Generator (Turbin dan Generator). Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut kayu dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan sebuah generator listrik.Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro, disebut dengan ‘Beban’ (Load).
9. Panel atau Peralatan Pengontrol Listrik. Biasanya berbentuk kotak yang ditempel di dinding. Berisi peralatan elektronik untuk mengatur listrik yang dihasilkan Generator. Panel termasuk alat elektrik.
10. Jaringan Kabel Listrik. Biasanya kabel yang menyalurkan listrik dari rumah pembangkit ke pelanggan.
Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah contoh, air dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock. Tipe ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan tenaga air tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya rendah. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat dihilangkan dan sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan skema keperluan-keperluan dari pengguna.

F. Kelebihan dan kekurangan PLTMH

1. Beberapa kelebihan PLTMH adalah :
* Bersih Lingkungan
* Energi yang terbarui
* Tidak konsumtif terhadap pemakaian air
* Mudah dioperasikan sebagai base load maupun peak load (dapat dengan cepat on/off)
* Biaya operasi rendah
* Tahan Lama (Long Life)
* Range biaya: $1.200 – $6.000 per installed kW
* Sesuai untuk daerah terpencil

2. Beberapa keterbatasan PLTMH adalah :
* Pada musim kemarau kemampuan PLTMH akan menurun karena jumlah air biasanya Berkurang.
* Jika pelanggan melebihi kemampuan PLTMH, maka kualitas listrik akan menurun.
* Semakin jauh jarak Pelanggan ke Pembangkit, maka kualitas listrik juga lebih buruk.
* Jika pelanggan menggunakan listrik secara berlebih, maka kualitas listrik menurun dan membahayakan
   peralatan.

5.01.2009

MENYUSUN RANCANGAN PEMBELAJARAN KELAS REMAJA

MENYUSUN RANCANGAN PEMBELAJARAN KELAS REMAJA

Disusun Oleh : Atin Nuryadin

Lingkungan sekolah merupakan pengaruh yang besar terhadap perkembangan jiwa remaja. Sekolah selain mengemban fungsi pengajaran juga fungsi pendidikan (transformasi norma). Dalam kaitannya dengan pendidikan ini, peranan sekolah pada hakikatnya tidak jauh dari peranan keluarga, yaitu sebagai rujukan dan tempat perlindungan jika anak didik mengalami masalah. Oleh karena itulah disetiap sekolah lanjutan ditunjuk wali kelas yaitu guru-guru yang akan membantu anak didik jika ia (mereka) menghadapi kesulitan dalam pelajarannya dan guru-guru bimbingan dan penyuluhan untuk membantu anak didik yang mempunyai masalah pribadi, danmasalah penyesuaian diri baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap tuntutan sekolah.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proses penyesuaian diri remaja khususnya di sekolah adalah:
1) Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa “betah” bagi anak didik, baik secara sosial fisik maupun akademis.
2) Menciptakan suasan belajar mengajar yang menyenangkan bagi anak.
3) Usaha memahami anak didik secara menyeluruh, baik prestasi belajar, sosial, maupun seluruh aspek pribadinya.
4) Menggunakan metode dan alat mengajar yang menimbulkan gairah belajar.
5) Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar.
6) Ruangan kelas yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.
7) Peraturan / tata tertib yang jelas dan dipahami murid-murid.
8) Teladan dari para guru dalam segala segi pendidikan.
9) Kerja sama dan saling pengertian dari para guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan disekolah.
10) Pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan yang sebaik-baiknya.
11) Situasi kepemimpinan yang penuh saling pengertian dan tanggung jawab baik pada murid maupun pada guru.
12) Hubungan yang baik dan penuh pengertian antara sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat.
Karena di sekolah guru merupakan figur pendidik yang penting dan besar pengaruhnya terhadap penyesuaian siswa-siswa, maka dituntut sifat-sifat guru yang efektif, yakni sebagai berikut (Ryans dalam Garrison, 1956).
1) Memberi kesempatan, tampak antusias dan berminat dalam aktivitas siswa dalam kelas.
2) Ramah dan optitmis.
3) Mampu mengontrol diri, tidak mudah kacau, dan teratur tindakannya.
4) Senang kelakar, mempunyai rasa humor.
5) Mengetahui dan mengakui kesalahan-kesalahannya sendiri.
6) Jujur dan objektif dalam memperlakukan siswa.
7) Menunjukan pengertian dan rasa simpati dalam bekerja dengan siswa-siswanya.
Jika para guru bersama dengan seluruh staf disekolah dapat melaksanakan tugasnya denganbaik, maka anak-anak didik sekolah itu yang berada dalam usia remaja akan cenderung berkurang kemungkinannya untuk mengalami permasalahan-permasalahan penyesuaian diri atau terlibat dalam masalah yang bisa menyebabkan perilaku yang menyimpang.
Jadi salah satu model pembelajaran yang cocok untuk peserta didik usia remaja adalah model PAKEM.

A. Pengertian PAKEM
PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
B. Yang Harus Diperhatikan Dalam Pelaksanaan PAKEM
1. Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.
2. Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.
3.Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.
4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).
5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam Pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.
6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.
7.Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.
8. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan.’

C. Pelaksanaan PAKEM
Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama Pembelajaran. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut.




DAFTAR PUSTAKA

Sunarto.H, Hartono.B.A.1995. Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:Rineka Cipta.

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/22/konsep-pakem/ diakses pada tanggal 15
April 2009 12:43