10.10.2013

MEDIA PEMBELAJARAN

     
 

      Kata “media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
      Ada beberapa konsep atau definisi media pendidikan atau media pembelajaran. Rossi dan Breidle mengemukakan, bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, Koran, majalah, dan sebagainya. Sementara itu menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi, dalam pengertian ini media bukan hanya alat perantara seperti televisi, radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi, seminar, karya wisata, simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan  untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa, atau untuk menambah keterampilan.
      Selain pengertian di atas, ada juga yang berpendapat bahwa media pengajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti overhead projector, radio, televisi, dan sebagainya. Sedangkan software adalah isi program yang mengandung pesan seperti informasi yang terdapat pada transparansi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya, cerita yang terkandung dalam film atau materi yang disuguhkan dalam bentuk bagan, grafik, diagram,dan lain sebagainya.
       Media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pengajar, peserta didik, dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Jadi, sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran.
     Secara umum media pendidikan mempunyai beberapa kegunaan sebagai berikut : 
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya :
    • Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
    •  Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar. 
    • Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelaps atau high-speed photography. 
    • Kejadian atau peristiwa yang terjadi di  masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal. 
    • Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain. 
    • Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
  3.  Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :
    • Menimbulkan kegairahan belajar. 
    • Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. 
    • Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
  4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bila semuanya itu harus di atasi sendiri.  Apalagi bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam : 
    • Memberikan perangsang yang sama.
    • Mempersamakan pengalaman.
    • Menimbulkan presepsi yang sama.
      Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya.

  1. Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam: 
    • Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara.
    • Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Yang termasuk ke dalam media ini adalah film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.
    • Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, karena mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua.
  2. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat pula dibagi ke dalam:
    • Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak seperti radio dan televisi. Melalui media ini siswa dapat memepelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan yang khusus.
    • Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya.
  3. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media dapat dibagi ke dalam :
    • Media yang diproyeksikan seperti film, slide, film strip, transparansi, dan lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus seperti film projector untuk memproyeksikan film, slide projector untuk memproyeksikan film slide, operhead projector (OHP) untuk memproyeksikan transparansi. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam hal ini, maka media semacam ini tidak akan berfungsi apa-apa.
    • Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan lain sebagainya.
      Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, antara lain:
  1. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaraan.
  3. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan dan kondisi siswa.
  4. Media yang digunakan harus memerhatikan efektivitas dan efesien.
  5. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar jika perlu....