Iseng browsing tentang desa Semayang di internet, dan akhirnya terfokus pada sebuah foto yang cukup menarik untuk di share di blog ini. Sebuah suasana yang tidak asing lagi bagi masyarakat desa semayang. Dimana saat banjir besar melanda, anak-anak di desa Semayang tetap menjalankan kewajibannya untuk menuntut ilmu. Dengan perahu kecil yang biasanya terbuat dari plywood dengan kapasitas 1-3 orang, anak-anak desa Semayang tetap semangat untuk pergi ke sekolah.
Kegiatan siswa-siswa SD di desa Semayang yang sedang dilanda banjir
(Foto : DDKalTim)
Sekolah yang berbentuk panggung agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung saat banjir
(Foto : Asep Beny)
Jadi ingat pengalaman masa lalu saat masih sekolah di desa Semayang. Harus mendayung menempuh jarak kurang lebih satu kilometer untuk sampai kesekolah. Melalui ombak danau Semayang yang cukup membuat jantung berdebar jika angin kencang, melewati semak-semak yang cukup membuat was-was akan adanya binatang berbisa, dan menahan panasnya siang matahari di siang bolong. Akan tetapi rasa semangat untuk belajar mengalahkan itu semua. Perjalanan yang dibuat asyik dengan senda gurau, bermain dengan teman-teman yang berada di perahu lain. Saking asyiknya, tidak jarang pulang dengan baju basah kuyup karena perahu tenggelam.



No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan komentar jika perlu....