Banyak yang berpendapat bahwa fatamorgana muncul dari halusinasi seseorang yang terkena panasnya sengatan matahari gurun. Padahal sebenarnya fatamorgana tidak hanya di padang pasir dan bukan sekadar halusinasi. Tak seperti halusinasi, fatamorgana bisa dilihat oleh semua orang dan bisa terekam oleh kamera.
Fatamorgana merupakan sebuah fenomena menarik yang dapat kita lihat dengan kasat mata, dimana fatamorgana merupakan sebuah fenomena ilusi optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. Meskipun biasanya sebuah fatamorgana terjadi di gurun yang luas, tapi sebenarnya fatamorgana juga dapat kita saksikan di tengah kota. Kita sering melihat bayangan genangan air di atas aspal yang panas ketika sedang mengendarai mobil. Kata "Fatamorgana" adalah nama saudari Raja Arthur, Faye le Morgana, seorang peri yang bisa berubah-ubah rupa.
Kita seolah melihat sebuah oase, kumpulan air seperti kolam, danau, atau terkadang bisa pula melihat bayangan sebuah kota, yang ketika di tuju ke lokasi penglihatan ternyata tidak ada. Apa yang kita lihat sebenarnya adalah pantulan dari langit yang timbul akibat pantulan udara panas yang berfungsi seperti sebuah cermin. Permukaan jalan atau pasir yang disinari matahari dengan intensitas yang kuat akan menghasilkan perbedaan suhu udara yang cukup besar di dekat permukaan jalan atau pasir tersebut. Di dekat permukaan aspal atau pasir yang panas terdapat lapisan udara paling panas, di atasnya terdapat lapisan udara hangat, dan di atasnya lagi terdapat lapisan udara dingin. Lapisan udara dingin memiliki kerapatan lebih besar daripada lapisan udara panas. Oleh karena itu, sinar matahari yang datang dari lapisan udara dingin menuju lapisan udara panas akan dibiaskan menjauhi garis normal.

Proses terjadinya fatamorgana
Otak kita memiliki persepsi bahwa cahaya selalu bergerak dalam garis lurus. Jadi otak kita tidak melihat gambar fatamorgana sebagai cahaya yang dibelokkan dari langit. Sebaliknya, otak kita berpikir cahaya pasti berasal dari sesuatu yang berada di atas tanah. Fatamorgana terlihat seperti sebuah benda yang tercermin dalam air karena cahaya yang biasanya bergerak ke tanah, dibelokkan dan bergerak ke mata anda, menciptakan citra ganda.
Ada dua jenis fatamorgana, yaitu fatamorgana inferior dan fatamorgana superior. Fatamorgana inferior merupakan jenis dari fatamorgana yang paling umum terjadi. Dalam sebuah fatamorgana inferior, sebuah objek tampak hadir seolah-olah baik objek sebenarnya maupun refleksinya berada di dalam genangan air. Hal ini dapat terjadi karena ketika tanah sangat panas, panas akan diradiasikan keluar dari dalam tanah dan menghangatkan udara yang berada tepat di atasnya. Ketika cahaya melewati udara dingin di atas dan masuk ke dalam udara yang lebih hangat di bawahnya, cahaya tersebut akan dibelokkan seperti yang telah diuraikan sebelumnya.
Fatamorgana inferior
Sedangkan fatamorgana superior biasanya muncul di atas cakrawala, karena udara dingin terletak di bawah udara hangat. Biasanya muncul di atas es atau air yang sangat dingin. Dalam jenis fatamorgana ini, objek tampak jauh lebih tinggi daripada posisi aslinya. Contoh dari jenis fatamorgana ini adalah gambaran pulau melayang yang biasa dilihat oleh para pelaut. Fatamorgana superior paling sering terlihat di daerah kutub karena disana terdapat sejumlah besar es dan air yang sangat dingin. Kita juga sering dapat mengamati fatamorgana jenis ini saat matahari sedang terbenam di cakrawala, dimana matahari muncul di atas posisi yang sebenarnya dan bahkan kadang-kadang berada dalam posisi terbalik.
Fatamorgana superior


Yuhuuu tambah lgi dong kak artikelnya ! :D
ReplyDelete